Nama Pempred Radarfakta.com Di Catut Melancung

Kategori Berita

.

Nama Pempred Radarfakta.com Di Catut Melancung

Jumat, 15 Mei 2026




BOJONEGORO faktapublik.com Tentang isu miring yang mengaitkan Pemimpin Redaksi radarfakta.com Teguh Hariyanto, dengan bisnis tambang galian c di wilayah Kabupaten Tuban akhirnya dipatahkan. Teguh secara tegas menyatakan bahwa dirinya tidak pernah mengelola, mengondisikan, ataupun memiliki keterlibatan dengan aktivitas tambang galian C di Kecamatan Montong, Kabupaten Tuban, Jawa Timur.


Penegasan ini disampaikan langsung oleh Teguh Hariyanto pada Jumat (15/05/2026), setelah mengendus adanya praktik lancung yang dilakukan oleh oknum jurnalis. Dalam beberapa hari terakhir, oknum tersebut diketahui gencar mengirimkan pesan melalui WhatsApp untuk meminta sejumlah "uang transportasi".


Mirisnya, dalam melancarkan aksi meminta-minta, sang oknum menggunakan narasi seolah-olah Teguh Hariyanto adalah pihak yang "memegang" atau menguasai koordinasi tambang galian c di wilayah Tuban, khususnya di Kecamatan Montong.


"Hari ini, Jumat 15 Mei 2026, saya sampaikan dengan sangat tegas: saya tidak pernah pegang tambang  galian c di Tuban, apalagi di Kecamatan Montong bukan dibawah kendali saya. Informasi yang disebarkan oleh oknum jurnalis yang meminta uang transportasi lewat WhatsApp itu adalah fitnah dan pencatutan nama secara sepihak," ujar Teguh Hariyanto dengan nada geram.


Teguh sangat menyayangkan marwah profesi jurnalis yang seharusnya independen dan beretika, justru dikotori oleh tindakan oknum yang tidak bertanggung jawab demi keuntungan pribadi. Praktik menjual nama orang lain untuk memeras atau meminta fasilitas dinilai sudah melanggar Kode Etik Jurnalistik dan ranah hukum.


Lebih lanjut, pimpinan media radarfakta.com ini mengimbau kepada seluruh instansi pemerintahan, aparat penegak hukum (APH), pengusaha lokal, maupun masyarakat di Kecamatan Montong dan sekitarnya, untuk tidak memercayai claim tersebut.


"Jika ada oknum jurnalis atau siapa pun yang datang atau menghubungi lewat Whats App, meminta uang dengan dalih saya yang memegang galian tersebut, jangan diladeni. Itu murni penipuan. Bila perlu, segera amankan dan laporkan ke pihak berwajib," pungkas Teguh. (Red)