Jalur Maut Kota Pasuruan Memakan Korban, GM-FKPPI Tuntut Langkah Nyata Pemerintah

Kategori Berita

.

Jalur Maut Kota Pasuruan Memakan Korban, GM-FKPPI Tuntut Langkah Nyata Pemerintah

Rabu, 17 Juni 2026


KOTA PASURUAN, faktapublik.com, Aksi damai dan doa bersama yang digelar GM-FKPPI Kota Pasuruan di kawasan jalur rawan kecelakaan berlangsung tertib dan penuh keprihatinan." Dalam pernyataan sikapnya, massa aksi menyampaikan sejumlah tuntutan kepada Pemerintah Kota Pasuruan dan DPRD Kota Pasuruan terkait persoalan lalu lintas yang dinilai semakin mengancam keselamatan masyarakat.(17/6/2026)


Pertama, GM-FKPPI meminta Wali Kota Pasuruan segera mengambil langkah bijaksana dan berani dengan mengalihkan kendaraan berat dari arah Surabaya maupun Probolinggo melalui jalur tol agar tidak memasuki kawasan kota dan jalur alternatif yang saat ini rawan kecelakaan.


Kedua, mendesak Wali Kota Pasuruan untuk segera berkoordinasi dengan Kapolres Pasuruan Kota, Dinas Perhubungan Kota Pasuruan, serta Pemerintah Kabupaten Pasuruan guna mencari solusi cepat, tepat, dan efektif terhadap persoalan lalu lintas yang terjadi.


Ketiga, apabila Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pasuruan dinilai tidak mampu menyelesaikan persoalan tersebut serta tidak dapat memberikan jaminan keselamatan bagi masyarakat, GM-FKPPI meminta keduanya mempertimbangkan untuk mengundurkan diri dari jabatannya.


Keempat, apabila Ketua DPRD Kota Pasuruan dinilai tidak mampu menampung dan memperjuangkan aspirasi masyarakat terkait persoalan tersebut, maka diminta pula untuk mempertimbangkan mengundurkan diri dari jabatannya.


Selain menyampaikan tuntutan, GM-FKPPI juga menawarkan usulan rekayasa lalu lintas sebagai solusi sementara. Kendaraan berat dari arah Surabaya diusulkan masuk melalui Exit Tol PIER, sedangkan kendaraan berat dari arah Probolinggo diarahkan melalui Exit Tol Grati. Sementara jalur arteri dan jalur alternatif diharapkan diprioritaskan bagi kendaraan pribadi, kendaraan kecil, pickup, dan angkutan ringan.


Koordinator aksi, Ayi, menegaskan bahwa keselamatan masyarakat harus menjadi perhatian utama pemerintah." Menurutnya, persoalan ini bukan hanya berdampak pada kemacetan, tetapi juga mengancam keselamatan pekerja, pelajar, warga sekitar, dan para pengguna jalan yang melintas di Kota Pasuruan."Kami tidak ingin menunggu jatuhnya korban berikutnya. Pemerintah harus segera hadir dengan solusi nyata.

" Keselamatan masyarakat jauh lebih penting daripada membiarkan kondisi ini terus berlarut-larut," tegas Ayi dalam orasinya.


Menurut massa aksi, pencampuran kendaraan berat dengan kendaraan kecil di jalur yang sempit dan padat menjadi salah satu faktor yang meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas. Karena itu, mereka berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret sebelum kembali terjadi korban jiwa.


"Kami meminta pemerintah segera mengambil tindakan konkret. Jangan ada korban lagi. Negara dan pemerintah hadir untuk melindungi masyarakatnya, bukan menunggu hingga terjadi kecelakaan berikutnya. Keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi yang harus menjadi perhatian utama para pemangku kebijakan," ujar Ayi di hadapan peserta aksi.


Aksi damai tersebut ditegaskan bukan sekadar bentuk protes, melainkan panggilan kemanusiaan agar keselamatan masyarakat menjadi perhatian utama para pemangku kebijakan." Kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama dan pembacaan pernyataan sikap.


Meski berlangsung dengan tertib dan damai, warga bersama GM-FKPPI menegaskan akan terus mengawal persoalan tersebut hingga pemerintah benar-benar menghadirkan solusi yang berpihak pada keselamatan masyarakat serta mampu memberikan rasa aman bagi seluruh pengguna jalan di Kota Pasuruan.


(Kabiro Yn)