Gunung Semeru Berstatus Siaga Level III, Awan Panas Meluncur Hingga 4,5 Km -->
✕

Kategori Berita

.

Gunung Semeru Berstatus Siaga Level III, Awan Panas Meluncur Hingga 4,5 Km

Jumat, 06 November 2026

 


Lumajang, http://faktapublik.com – Gunung Semeru yang berada di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, masih berada pada status Level III atau Siaga. Status tersebut ditetapkan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyusul aktivitas erupsi beruntun yang terjadi sejak Kamis (5/11/2026).


Berdasarkan laporan Pos Pengamatan Gunung Api Semeru, erupsi pertama terjadi pada pukul 06.33 WIB disertai awan panas guguran (APG) dengan jarak luncur sekitar 3 kilometer dari puncak ke arah tenggara menuju Besuk Kobokan. Kolom abu teramati setinggi 700 meter di atas puncak.


Erupsi kembali terjadi pada pukul 08.43 WIB dan pukul 09.24 WIB. Pada erupsi ketiga, awan panas guguran meluncur sejauh 4,5 kilometer dengan durasi sekitar 7 menit 27 detik. Pada pukul 14.06 WIB, awan panas kembali meluncur sejauh 3,5 kilometer.


Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Sigit Rian Alfian, membenarkan rangkaian erupsi tersebut. Pihaknya bersama BPBD Kabupaten Lumajang terus memperketat pemantauan aktivitas vulkanik Semeru.


“Status Gunung Semeru masih Level III atau Siaga. Masyarakat diminta mematuhi rekomendasi yang telah ditetapkan,” ujar Manajer Pusdalops BPBD Kabupaten Lumajang, Dwi Nur Cahyo.


PVMBG merekomendasikan masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga sejauh 13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi. Selain itu, masyarakat juga dilarang beraktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terdampak perluasan awan panas dan banjir lahar.


Sementara itu, aktivitas di dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak juga dilarang karena rawan lontaran batu pijar.


Sebelumnya, pada Senin (2/11/2026) dini hari, banjir lahar dingin Gunung Semeru yang dipicu hujan berintensitas tinggi mencapai 134,6 milimeter, telah mengikis tiga bangunan sabo dam di Sungai Regoyo, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro. Kementerian Pekerjaan Umum melalui BBWS Brantas kini telah menyiapkan alat berat untuk penanganan darurat setelah kondisi dinyatakan aman.


Hingga Jumat (6/11/2026) siang, aktivitas Gunung Semeru masih dalam pemantauan intensif. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, tidak terpancing isu yang tidak jelas sumbernya, dan selalu mengikuti informasi resmi dari PVMBG, BNPB, BPBD, dan Pemerintah Daerah.


*Penulis: TL*

*Editor: Suroso*