Lampung, http://faktapublik.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem untuk wilayah Lampung menyusul serangkaian fenomena langka yang terjadi dalam dua hari terakhir.
Cuaca ekstrem berupa hujan es (hailstorm) dan puting beliung dilaporkan menerjang dua kabupaten di Lampung pada Minggu-Senin, 1-2 November 2026.
Fenomena paling menghebohkan terjadi di Kecamatan Balik Bukit, Kabupaten Lampung Barat, Minggu (1/11/2026) sore pukul 15.21 WIB. Warga dikejutkan butiran es sebesar kelereng atau sekitar 2 cm yang turun bersamaan hujan lebat, angin kencang, dan petir selama 10-15 menit.
Enam pekon/kelurahan terdampak:
- Pekon Watas
- Pekon Gunungsugih
- Pekon Padang Dalom
- Pekon Padang Hanakau
- Kelurahan Waymengaku
- Kelurahan Pasar Liwa, Liwa
Dampaknya, sejumlah atap rumah warga bocor, sebuah bangunan PAUD tertimpa pohon tumbang, dan puluhan rumah dilaporkan rusak ringan hingga sedang. BPBD Lampung Barat mencatat sekitar 50 rumah terdampak.
Forecaster on Duty BMKG Lampung, Iqbal Arief Pangestu, menjelaskan fenomena ini dipicu pertumbuhan awan Cumulonimbus (Cb) yang sangat intens.
"Awan tersebut memiliki arus udara naik atau updraft yang kuat, mampu membawa butiran air ke lapisan atmosfer di bawah titik beku hingga membeku menjadi es, lalu jatuh sebagai hujan es," jelas Iqbal, Senin (2/11/2026).
Kondisi atmosfer tidak stabil, ketersediaan uap air melimpah, dan faktor topografi perbukitan Lampung Barat menjadi pemicu utamanya.
Bersamaan, cuaca ekstrem juga mengamuk di Lampung Timur. Puting beliung dilaporkan merusak rumah warga di wilayah tersebut, sementara hujan es juga sempat dilaporkan di beberapa titik lain.
Hingga hari ini, Selasa (3/11/2026), BMKG masih menetapkan Lampung dalam status Waspada hujan sedang-lebatyang dapat disertai petir dan angin kencang.
BMKG memprakirakan 31 kota di Indonesia termasuk Bandar Lampung berpotensi hujan ringan hari ini, sementara gelombang tinggi 2,5-4 meter berpotensi terjadi di Samudra Hindia barat Bengkulu hingga Lampung.
"Dinamika atmosfer masih labil pada masa peralihan musim (pancaroba). Potensi angin kencang, puting beliung, dan hujan es masih bisa terjadi tiba-tiba di wilayah dengan topografi tertentu," imbau BMKG.
Masyarakat diminta:
1. Segera berlindung di bangunan kokoh jika terjadi hujan es
2. Menjauhi pohon, baliho, dan jaringan listrik saat angin kencang
3. Memantau info resmi BMKG via aplikasi InfoBMKG dan media sosial @InfoBMKG Lampung
Fenomena serupa pernah terjadi di Lampung Barat pada 29 September 2025 lalu di Pekon Padang Dalom.
*Penulis: Hendrie S*
Komentar