Jakarta, http://faktapublik.com – Presiden RI Prabowo Subianto menargetkan proses penataan dan perampingan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dapat selesai hingga akhir 2026. Langkah ini merupakan bagian dari strategi efisiensi anggaran dan penguatan investasi nasional.
Hal tersebut dibahas dalam pertemuan Presiden Prabowo dengan Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara Rosan Roeslani, jajaran pimpinan Danantara, serta Menteri ESDM Bahlil Lahadalia di Hambalang, Jumat 5 September 2026.
Dalam pertemuan itu dibahas sejumlah agenda strategis nasional, mulai dari percepatan hilirisasi sumber daya alam, penguatan investasi, hingga restrukturisasi BUMN.
Pemerintah menyebut sebanyak 290 BUMN telah ditutup sebagai bagian dari efisiensi. Penutupan tersebut diklaim mampu menghemat anggaran negara hingga puluhan triliun rupiah."Restrukturisasi ini ditargetkan terus berlanjut hingga akhir 2026,"demikian disampaikan dalam keterangan resmi.
Selain BUMN, rapat juga membahas percepatan program hilirisasi dan penguatan investasi melalui Danantara agar berdampak langsung pada penciptaan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi.
Langkah perampingan BUMN ini diharapkan membuat perusahaan negara menjadi lebih ramping, sehat, dan fokus pada sektor-sektor strategis.
*Penulis: Suroso*
*Editor: Taty Liem*
Komentar