Malang, faktapublik.com – Puluhan siswa SDN Losari masih menjalani kegiatan belajar mengajar di bawah atap yang rawan runtuh. Asbes di tiga ruang kelas mengalami kerusakan parah, berlubang, dan mulai berjatuhan. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran bagi siswa, guru, maupun orang tua.
Hingga Selasa (26/05/2026), belum ada kepastian kapan perbaikan akan dilakukan. Padahal, laporan mengenai kerusakan tersebut sudah disampaikan ke Dinas Pendidikan Kabupaten Malang.
Media faktapublik.com sebelumnya telah mengonfirmasi kondisi ini ke Dinas Pendidikan. Gusni, salah satu pegawai di dinas tersebut, menyebut tim dari Universitas Negeri Malang pernah melakukan pemetaan dan menilai kerusakan dalam kategori ringan.
“Penentuan penanganan ada pada tenaga ahli dan sesuai skala prioritas serta ketersediaan anggaran. Kalau tidak segera ditangani, kerusakan bisa berkembang. Rencananya akan dicek lagi hari Senin,” ujarnya melalui pesan WhatsApp.
Namun, hingga beberapa hari setelah jadwal yang disampaikan, belum ada survei maupun kunjungan lapangan. Saat dihubungi kembali, Gusni menyatakan bahwa laporan telah diteruskan ke Dinas PU Cipta Karya. “Sudah diajukan ke Dinas PU Cipta Karya. Barusan saya telepon Kasi Sarpras SD,” katanya.
Kepala SDN Losari mengaku belum menerima kunjungan maupun informasi resmi terkait perbaikan. “Belum ada kunjungan dari dinas ataupun kabar kepastian kapan diperbaiki. Terkait reruntuhan yang semakin melebar, kami terus mengimbau anak-anak agar tidak berada di area rawan. Semoga segera tertangani,” ujarnya di kantor sekolah.
Kekhawatiran juga disampaikan salah satu wali murid yang enggan disebut namanya. Ia menyayangkan lambannya penanganan, mengingat kondisi sekolah pernah ditinjau langsung oleh Bupati Malang dan Kepala Dinas Pendidikan saat kunjungan rombongan.“ Setiap hari kami dihantui rasa khawatir. Bukan hanya guru dan siswa kelas 1, 2, dan 3, tapi juga kami sebagai orang tua. Bekerja jadi tidak tenang karena terus kepikiran anak di sekolah,” ujarnya.
Ia berharap Pemda dan Dinas Pendidikan segera bertindak sebelum terjadi korban.“Tolong dengar harapan kami. Jangan sampai ada korban. Kami ingin kegiatan belajar mengajar berjalan lancar dan anak-anak aman di sekolah,” katanya. (SO)
Komentar